Kampung Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran terletak di sisi timur Surabaya. Lokasi kampung ini dekat dengan pesisir Pantai Nambangan. Kampung ini juga menjadi salah satu akses menuju Jembatan Suramadu.
Wiwit Purwanto
Surabaya
Sebelum menjadi Kampung Tanah Kali Kedinding, kampung ini sebenarnya terdiri dari tiga pedukuhan, yakni Tanah Merah, Kalilom, dan Kedinding Lor dan Wetan.
Dari tiga pedukuhan itu, akhirnya dijadikan satu menjadi Tanah Kali Kedinding yang diambil dari masing - masing nama tiga pedukuhan tersebut. “Tanah dari Kampung Tanah Merah, Kali dari Kampung Kalilom dan Kedinding dari Kampung Kedinding Lor dan Wetan,” terang Sijin, warga Tanah Kali Kedinding.
Masyarakat di kawasan pesisir ini kata Sijin termasuk masyarakat yang religius dan taat beribadah. Buktinya di kawasan ini banyak berdiri masjid dan pondok pesanteran. Di antaranya adalah Ponpes Al Fitrah Jalan Kedinding.
Sebagai kasan yang religius, kini Kampung Tanah kali Kedinding termasuk kampung yang minim dari kerawanan. “Sebagian besar warga taat ibadah jadi suasana kampung cukup agamis dan tenang, kerawanan hampir tidak ada,” katanya. Menurutnya Kampung Tanah Kali Kedinding sebelum masuk wilayah Kecamatan Kenjeran, kampung ini termasuk wilayah Kecamatan Sukolilo. Dalam perkembangan pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat, kampung ini di pisah dan masuk wilayah Kecamatan Kenjeran.
Sebelum menjadi daerah permukiman, lahan di kampung ini masih berupa rawa-rawa dan areal pertambakan. Tapi, dalam perjalanan, kampung ini menarik minat pengembang yang akan menanamkan modalnya di Tanah Kali Kedinding. Apalagi sebagaian besar akses menuju Jembatan Suramadu ini lewat kawasan Tanah Kali Kedinding.
Sejumlah pabrik baru mulai dibangun, secara otomatis peluang tenaga kerja baru mulai terbuka. “Ada pabrik minyak telon, ada pabrik sprei, pabrik pengolahan ikan dan sebagiannya,” papar Sijin.
Bahkan sejumlah lembaga pendidikan juga mulai melirik keberadaan Tanah Kali Kedinding, yang dinilai sebagai tempat yang nyaman untuk suasana belajar. Misalnya saja SMK Perikanan kelautan yang kini sudah mengeplot daerah di Kalilom sebagai sekolahan. Karena dekat dengan pesisir, pemerintah juga mulai membangkitkan kawasan Tanah Kali Kedinding dengan membuat Pasar lelang ikan segar.
“Pasar lelang ikan ini untuk membantu masyarakat setempat meningkatkan usaha perikanan yang dianggap sangat potensi,” tambah Eka Yuda, staf kelurahan.
Bukan hanya SDM masyarakat saja yang mulai terangkat, namun harga tanah di kampung ini juga mulai melambung. Bahkan harga tanah tersebut kata Eka Yuda bisa naik berkali lipat. Hal ini disebabkan kawasan Tanah Kali Kedinding ini menjadi akses penting menuju Jembatan Suramadu. “Transportasi di sini lancar, jalannya juga sudah besar, tempat yang bagus untuk investasi,” terangnya. Bahkan di Tanah Merah juga sudah berdiri sebuah rusunawa dan perumahan di kawasan Jalan Pogot. Sebelumnya kata Eka, orang melihat Kampung Tanah Kali Kedinding ini adalah kampung yang pinggiran dan sulit berkembang, tapi dengan keberadaan Jembatan Suramadu dan jalan lingkat timur (Merr), pelan tapi pasti kawasan Kampung Tanah Kali Kedinding mulai diperhitungkan.
Data wilayah Tanah Kali Kedinding:
- Luas wilayah: 214 ha
- Jumlah penduduk: 45.791 jiwa
- Jumlah RW RT: 12 RW – 142 RT
- Pendidikan warga: Mayoritas SD
- Pekerjaan warga: Swasta, nelayan
- Potensi wilayah: Permukiman, penghasil ikan laut
1 komentar:
batas batasannya apa aja
Posting Komentar