SOSOK
YUMIATY, SSI, MPD, TUNTUTLAH ILMU SAMPAI DI NEGRI CHINA
Tahun 2013 melanjutkan S2 di Universitas Negri Malang dan pada Bulan Juli Agustus 2014 menjalani program beasiswa dari Tenaga Pendidikan Jawa Timur ke negeri China, program pertukaran mahasiswa di Nanjing Agrikultural University dengan 23 mahasiswa jurusan kimia se Jawa Timur. Dalam menjalani program tersebut, cerita suka dan duka pun dialami. Sukanya mendapat ilmu baru, teman baru dan uang saku sebesar 1,5 juta rupiah. China merupakan negri yang mempunyai peradaban yang maju sejak berabad-abad lalu. Negeri barat belum mengenal mercon dan bahan peledak, China sudah menemukan bahan tersebut untuk membuat bahan peledak dan itulah alasan mengapa nabi Muhammad SAW bersabda Tuntutlah ilmu sampai di negri China. Kata bu Yumi kalau berbelanja di pasar menggunakan bahasa isyarat dan selalu membawa kalkulator. Untungnya ada mahasiswa senior yang membantu penerjemahan bahasa.
Hal yang tidak mengenakan di China rata-rata kamar mandinya tidak ada airnya dan menggunakan tisu toilet. Kamar mandinya bau, mungkin dalam hal ini mereka harus studi banding di Indonesia bagaimana di negeri Indonesia tisu dan air selalu disediakan di setiap kamar mandi khususnya di gedung dan ada harus memberi sumbangan uang Ro.2000 untuk kebersihan.


12.28
surabaya online







0 komentar:
Posting Komentar